Bisnis  

Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Ketahanan Pangan

loading…

PT Brantas Abipraya (Persero) menegaskan komitmennya mendukung ketahanan air dan Ketahanan Pangan nasional Lewat pembangunan Bendungan Sidan Di Bali dan Bendungan Keureuto Di Aceh. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – PT Brantas Abipraya (Persero) menegaskan komitmennya mendukung ketahanan air dan Ketahanan Pangan nasional Lewat pembangunan Bendungan Sidan Di Bali dan Bendungan Keureuto Di Aceh yang diresmikan Kepala Negara Prabowo Subianto bersama tiga bendungan lainnya. Kehadiran kedua bendungan tersebut diharapkan memperkuat pengelolaan sumber daya air, Memperbaiki produktivitas Agrikultur, sekaligus mendukung Pembangunan Ramah Lingkungan.

“Peresmian Bendungan Sidan dan Bendungan Keureuto merupakan wujud nyata kontribusi Brantas Abipraya Untuk mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya Untuk memperkuat ketahanan Ketahanan Pangan dan pengelolaan sumber daya air nasional. Infrastruktur bendungan tidak hanya menyediakan air Untuk sektor Agrikultur, tetapi juga Menyediakan manfaat luas Untuk Komunitas Lewat penyediaan air baku, pengendalian Bencana Alam, serta Merangsang Perkembangan ekonomi Area,” kata Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana Untuk keterangan pers, Sabtu (11/7/2026).

Baca Juga: Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir Untuk Penanganan Pascabencana Di Sumatera

Kepala Negara Prabowo sebelumnua meresmikan lima bendungan secara serentak Bersama Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Selain Bendungan Sidan dan Bendungan Keureuto yang dibangun Brantas Abipraya, pemerintah juga meresmikan Bendungan Rukoh Di Aceh dan Bendungan Jlantah Di Jawa Ditengah secara hibrida.

Kepala Negara menegaskan pembangunan bendungan merupakan Penanaman Modal Untuk Negeri jangka panjang Sebagai menjamin ketahanan Ketahanan Pangan dan Memperbaiki Kesejajaran Komunitas. Ia meminta agar manfaat bendungan benar-benar dirasakan petani sebagai produsen Ketahanan Pangan nasional. Pembantu Kepala Negara Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menambahkan bahwa pembangunan bendungan menjadi fondasi penting Untuk kedaulatan bangsa Lewat penguatan infrastruktur sumber daya air.

Bendungan Sidan Di Bali dibangun Bersama tinggi 68 meter dan kapasitas tampung 5,76 juta meter kubik. Infrastruktur tersebut mampu menyuplai air baku sebesar 1,75 meter kubik per detik, mengairi lahan irigasi seluas 9.598 hektare Lewat jaringan sepanjang 123,19 kilometer, mereduksi Bencana Alam Di kawasan seluas 108 hektare, serta Memiliki potensi pembangkit listrik berkapasitas 8,08 megawatt.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Ketahanan Pangan