Usia 30-an Kini Banyak yang Kena Fatty Liver, Gejalanya Sering Terabaikan

Jakarta

Penyakit perlemakan hati atau fatty liver sering kali dijuluki sebagai silent killer. Sebutan ini bukan tanpa alasan, penumpukan lemak Ke Untuk sel-sel hati sering kali terjadi secara diam-diam tanpa menimbulkan Tanda-Tanda yang dramatis Ke awal kemunculannya.

Banyak orang Mutakhir Mengetahui livernya bermasalah Di melakukan medical check-up atau ketika kondisinya sudah berkembang menjadi peradangan serius. Meski samar, bukan berarti tubuh sama sekali tidak Memberi sinyal.

Praktisi Medis spesialis Penyakit Untuk Prof Dr dr Rino Alvani Gani, SpPD-KGEH mengatakan bahwa fatty liver atau perlemakan hati umumnya tidak menimbulkan Tanda-Tanda Ke fase awal.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biasanya, Tanda-Tanda atau tanda Akansegera muncul ketika Situasi ini sudah masuk Ke fase serius, Supaya perlunya tindakan cepat Untuk penanganan.

“Kalau sudah ada gangguan seperti nyeri atau sakit Ke hati, harus timbul pertanyaan, jangan-jangan Situasi sudah lebih berat,” kata Prof Rino Di ditemui Ke Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).



“Sedangkan Situasi gini (stage awal fatty liver, red) nggak Akansegera menimbulkan Tanda-Tanda apa-apa. (Kalau rasa berat Ke perut?) Belum tentu, ya bisa saja tapi itu biasanya sudah lebih berat,” lanjutnya.

Prof Rino yang juga berpraktik Ke RSCM Jakarta ini mengatakan Situasi fatty liver Ke Indonesia cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, banyak usia muda produktif sudah mengalaminya.

“Data kami sih, usia muda ya, usia produktif ya. Usia 30 sampai 50-an tahun,” kata Prof Rino.

Justru fatty liver ini juga bisa ‘menyerang’ anak muda belasan tahun. Bersama catatan, dirinya Memperoleh masalah obesitas Dari kecil.

“Jarang sekali sih Ke bawah 20 tahun. Tapi tergantung juga sih, kalau ada anak yang Untuk awalnya gede, udah gemuk, fatty liver biasanya,” katanya.

Skrining Penyakit Hati Ke CKG

Yang Berhubungan Bersama permasalahan ini, Kementerian Kesejaganan (Kemenkes RI) mengatakan bahwa Di ini pemerintah telah Memperoleh Langkah Cek Kesejaganan Gratis (CKG) yang juga Memperoleh fasilitas pemeriksaan khusus liver atau hati.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan pengecekan Situasi liver dilakukan Lewat tes darah yang bisa dilakukan Ke CKG.

“Untuk melihat risiko apakah ada pengerasan hati atau gangguan hati. Dari Sebab Itu sebenarnya Ke CKG itu sudah cukup lengkap pemeriksaan dasar Untuk skrining kita,” kata dr Nadia.

“Kita menyasar orang sehat, supaya dia tetap sehat. Supaya dia tahu lebih dini kalau misalnya ada gangguan atau kelainan Ke hati tadi,” tutupnya.

Halaman 2 Untuk 2

(dpy/naf)



Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Usia 30-an Kini Banyak yang Kena Fatty Liver, Gejalanya Sering Terabaikan

c.