Jakarta, CNN Indonesia —
Pabrikan Produsen Kendaraan asal Jepang seperti Toyota, Honda, Suzuki, hingga asosiasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dinilai telah Berusaha Mendorong perubahan Keputusan Produsen Kendaraan sepanjang periode 2023-2026 Supaya menghambat transisi Kendaraan Listrik Ke Indonesia.
Langkah ini Disorot sebagai ‘kekeliruan’ yang Berpotensi Untuk menghambat transisi penuh serta memperpanjang ketergantungan Indonesia Di Perdagangan Masuk Negeri Energi. Temuan ini disampaikan langsung Bersama Muhammad Risky, Analis Indonesia Ke InfluenceMap.
“”Ketergantungan Indonesia Di Perdagangan Masuk Negeri bahan bakar membuat dekarbonisasi sektor transportasi dan ketahanan energi menjadidua Topik yang tidak dapat dipisahkan,” kata Risky melalu daring, Jumat (24/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pemerintah telah Memahami hal ini dan menjadikan kemandirian energi sebagai salah satu tujuan nasional. Tetapi, banyak usulan Di industri justru mengarah Ke arah yang berlawanan, yaitu memperpanjang ketergantungan Indonesia Di bahan bakar fosil Di luar negeri,” katanya lagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memaparkan ketiga produsen Produsen Kendaraan tersebut menguasai Di 74 persen pangsa pasar kendaraan Ke Indonesia Di 2025. Sesudah Itu mereka juga menempati sejumlah posisi kepemimpinan strategis Ke Gaikindo, Supaya Memiliki pengaruh signifikan Pada arah dekarbonisasi sektor transportasi Ke Indonesia.
Sambil Itu Risky mengatakan Ri Prabowo Subianto telah berulang kali menegaskan pentingnya Mengurangi ketergantungan Di bahan bakar Perdagangan Masuk Negeri serta memperkuat ketahanan energi nasional Melewati elektrifikasi.
Ke Di diskusi penyusunan Peta Jalan Nasional Kendaraan Listrik dan Keputusan insentif Terbaru Untuk Kendaraan Listrik Di 2026, advokasi yang bertujuan memperpanjang penggunaan kendaraan berbasis mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) Berpotensi Untuk menghambat terwujudnya agenda tersebut.
Bertentangan Bersama ambisi pemerintah Untuk Mengurangi ketergantungan Di Perdagangan Masuk Negeri Energi, analisis lalu menemukan advokasi industri Produsen Kendaraan Berusaha mempertahankan peran jangka panjang kendaraan hybrid berbasis ICE.
Upaya tersebut lalu berujung Di keputusan pemerintah Di Desember 2024 Untuk memperluas insentif yang semula ditujukan Untuk BEV Supaya juga mencakup kendaraan hybrid berbasis ICE.
Mulai Di Pada Itu, industri Produsen Kendaraan terus Mendorong pemberian insentif Untuk kendaraan berbasis ICE menjelang pengumuman paket insentif Terbaru yang dijadwalkan Di akhir tahun ini.
“Toyota, Honda, Suzuki dan Gaikindo mengadvokasi Dukungan Keputusan berkelanjutan Untuk Sepedamotor Hibrida, yang Berpotensi Untuk menunda transisi BEV Ke Indonesia,” ucapnya.
Sesudah Itu Toyota, Honda, Suzuki, dan Gaikindo mengedepankan tiga narasi utama yaitu insentif Untuk kendaraan berbasis ICE Akansegera Mendorong Perkembangan pasar. Lalu kendaraan hybrid lebih sesuai Bersama Kebugaran jalan Indonesia, serta Keputusan dekarbonisasi sektor transportasi seharusnya tetap bersifat “technology neutral”.
“Berdasarkan bukti yang tersedia Untuk publik, analisis ini membantah ketiga narasi tersebut. Penjualan EV Ke Indonesia telah tumbuh pesat Di lima tahun terakhir, Sambil sebuah Eksperimen Menunjukkan bahwa BEV mampu menghasilkan pengurangan emisi yang jauh lebih besar dibandingkan kendaraan hybrid, Justru Bersama bauran listrik Indonesia Pada ini,” tutur dia.
Temuan ini memperkuat hasil Eksperimen InfluenceMap Sebelumnya yang Menunjukkan bahwa industri Produsen Kendaraan, terutama Toyota dan Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA) menjalankan strategi terkoordinasi lintas pasar Untuk memperlambat transisi Ke Kendaraan Listrik Ke sejumlah pasar berkembang, termasuk Indonesia.
Pihak Gaikindo telah dihubungi Untuk diminta tanggapan Yang Terkait Bersama tudingan menghambat transisi Kendaraan Listrik Ke Indonesia, Tetapi belum bisa menanggapinya.
(ryh/mik)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Merek Jepang dan Gaikindo Dituding Menghambat Transisi EV Ke Indonesia











