Siloam International Hospitals Gunakan AI dan Robotik Sebagai Perkuat Layanan Kesejaganan

Jakarta –

Siloam International Hospitals Menyusun Ilmu Pengetahuan kecerdasan buatan (AI) Sebagai Memperbaiki Standar dan efisiensi layanan Kesejaganan Di Indonesia. Inisiatif ini menjadi Pada Bersama strategi perusahaan Sebagai Berusaha Mengatasi keterbatasan jumlah Ahli Kemakmuran spesialis, kenaikan biaya layanan Kesejaganan, serta persaingan Bersama Negeri lain.

Pemimpin Negara Direktur Siloam International Hospitals David Utama mengatakan, terdapat dua tantangan utama yang menjadi perhatian perusahaan, yakni ketersediaan Ahli Kemakmuran spesialis yang masih terbatas dan biaya layanan Kesejaganan yang terus Meresahkan.

Menurutnya, kedua tantangan tersebut perlu diatasi agar Indonesia mampu Memperbaiki daya saing sektor Kesejaganan dan Memangkas ketergantungan Kelompok Pada layanan medis Di luar negeri.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyoroti besarnya pengeluaran Kelompok Indonesia Sebagai berobat Di luar negeri yang disebut mencapai Rp 170 triliun. Menurut David, Situasi ini juga berkaitan Bersama tingkat kepercayaan Kelompok Pada layanan Kesejaganan Di negeri yang dinilai masih perlu ditingkatkan.

“Kalau tidak, kita Akansegera tertinggal Bersama Negeri tetangga. Orang Indonesia yang berobat Di luar negeri nilainya Rp 170 triliun. Ini besar sekali,” ujarnya Di diskusi detikcom Leaders Forum, Selasa (27/10/2026).



Sebagai mengatasi tantangan tersebut, Siloam International Hospitals ingin menerapkan strategi leapfrog Lewat pemanfaatan Ilmu Pengetahuan. Dari awal 2026, Siloam International Hospitals Menyusun Enterprise AI Foundation, sebuah fondasi AI yang Berorientasi Ke penataan dan integrasi data perusahaan.

David menjelaskan, fondasi tersebut memanfaatkan data pasien Bersama Dukungan infrastruktur data Siloam International Hospitals yang telah dikembangkan secara terpusat. Di dua tahun terakhir, perusahaan juga telah memusatkan pengelolaan data MRI dan memanfaatkan penyimpanan berbasis cloud.

Pembangunan Enterprise AI Foundation ditargetkan selesai Ke November 2026. Setelahnya fondasi data terbentuk, Siloam International Hospitals Akansegera Menyusun tiga pilar utama Alat Lunak AI yang mencakup pasien, Ahli Kemakmuran, dan pengelolaan Puskesmas.

“Karena Itu Siloam Bersama awal 2026 kita sudah membangun capability AI yang nama enterprise AI foundation. itu all about data structuring,” ucapnya.

Pilar pertama adalah patient digital twin, yang Berorientasi Ke Pembuatan layanan digital Sebagai pasien. Sistem ini dirancang khusus Sebagai ekosistem Siloam International Hospitals, Supaya pengembangannya tidak sekadar mengandalkan Alat Lunak Kesejaganan generik.

Pilar kedua adalah doctor digital twin. Menurut David, Pembuatan pilar ini menjadi salah satu tantangan terbesar Lantaran membutuhkan kontribusi Ahli Kemakmuran Bersama berbagai spesialisasi.

Tujuannya adalah membangun standardisasi pelayanan medis yang baik dan konsisten Di seluruh jaringan Siloam International Hospitals yang mencakup 41 Puskesmas.

Pilar ketiga adalah hospital digital twin, yang Berorientasi Ke pengelolaan operasional Puskesmas. Sistem ini Akansegera mendukung berbagai kebutuhan, mulai Bersama pengaturan jadwal tenaga kerja (rostering), penjadwalan layanan (scheduling), peningkatan produktivitas, pengelolaan inventaris, hingga pemantauan operasional Puskesmas.

Ketiga pilar tersebut Akansegera menjadi fondasi Untuk Siloam International Hospitals Di membangun Prototipe hospital of the future atau Puskesmas masa Didepan. David menegaskan, penerapan AI dan Ilmu Pengetahuan terbaru bukan ditujukan Sebagai menggantikan peran Ahli Kemakmuran. Sebagai Gantinya, Ilmu Pengetahuan diharapkan dapat memperkuat kemampuan tenaga medis dan membantu Memperbaiki Standar layanan Kesejaganan.

Menurutnya, pemanfaatan Ilmu Pengetahuan menjadi langkah penting Untuk Siloam International Hospitals Sebagai Memperbaiki daya saing Di Di perkembangan industri Kesejaganan regional.

“We believe to leapfrog, we need to build through technology. Tapi peran Ahli Kemakmuran yang tadi ya bukan menggantikan, justru Ahli Kemakmuran yang mengendalikan. Lantaran kalau kita nggak ngebangun hospital of the future, menurut saya kita tidak bisa bersaing sama Negeri tetangga,” ucapnya lagi.

Halaman 2 Bersama 2

(suc/up)






Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Siloam International Hospitals Gunakan AI dan Robotik Sebagai Perkuat Layanan Kesejaganan